Jangan mengeluh, bersyukurlahlah kepada Allah.
Jangan banyak mengeluh, karena Sehebat apapun seseorang membuat alasan untuk mengeluh, ia takkan pernah mampu mencapai apapun juga. Sebelum kamu mengeluh, pikirkanlah sekali lagi, berapa banyak Nikmat Tuhanmu yang telah kamu sia-siakan? akan lebih baik jika kamu bersyukur. Begitulah kata-kata yang sering kita dengar. intinya, mengeluh itu akan membuat orang disekeliling kita menjadi bosan. oleh karena itu, obat yang paling mujarab adalah, mengeluh dan bersandarlah kepada ALLAH. Sesungguhnya ALlah bersamamu.
“Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.(QS : 2 : 153 )
Manusia terlahir mudah mengeluh. Mengeluh karena penghasilan kurang, mengeluh karena banyaknya masalah yang dihadapi, mengeluh karena sikap orang lain menyinggung dirinya, dan mengeluh karena apa-apa yang dihadirkan di hadapannya tidak sesuai dengan keinginan.
Sikap mengeluh menunjukkan kekerdilan jiwa dan mencari pembenaran diri. Seorang yang mengeluh senantiasa mencari penyebab permasalahan adalah sesuatu di luar dirinya sehingga kurang melakukan instropeksi. Padahal seringkali yang menjadi permasalahan utama seseorang adalah dirinya sendiri, bukan orang lain atau sesuatu di luar diri.
Mengeluh tanda orang lemah
Agama mengajarkan untuk tidak mengeluh. Mengapa demikian? Dalam kehidupan tentu akan selalu ada suka-duka, sedih-senang, panas-dingin, hitam-putih, terang-gelap dan semua hukum alam lainnya. Karenanya kenapa harus mengeluhkan perputaran roda kehidupan yang pasti akan terjadi?Kehadiran segala sesuatu pada dasarnya harus diterima secara lapang dada karena Allah izinkan terjadi pada diri kita, betapapun menyakitkannya, tidak mengenakkan, menakutkan, atau menjijikkan. Sikap penerimaan inilah yang akan melapangkan dada dan membuatnya kuat untuk menjalani suka duka kehidupan. Tanpa sikap menerima, yang muncul hanyalah keluhan seolah-olah diri ini adalah orang termalang di dunia, Tuhan bersikap tidak adil, dan seolah-olah segala macam kesulitan hidup hanya ditimpakan kepada diri kita seorang.
Dilarang mengeluh kecuali kepada-Nya !
Mengapa manusia dilarang mengeluh? Mengeluh adalah sikap kekanak-kanakan yang pada hakikatnya menunjukkan kita tidak menerima apa yang Allah hadirkan. Kita merasa ada yang salah pada pengaturan Allah. Padahal semua yang diizinkan tiba di hadapan telah diukur kadarnya dengan tepat dan tidak akan salah sasaran. Yakinlah bahwa Allah Maha Pengatur dan sangat paham akan apa-apa yang Dia izinkan untuk terjadi atau tidak terjadi pada diri kita. Karenanya, patutkah kita menyalahkan Dia, bersangka buruk pada-Nya dengan keluhan? Pernahkah menyadari apa-apa yang dianggap tidak enak atau tidak nyaman bagi ego dan syahwat kita adalah sesuatu yang sengaja Allah hadirkan untuk melindungi dan mendidik kita?Karena itu duhai sahabatku, jauhilah sikap mengeluh. Jadilah seorang dewasa yang menerima apapun yang dihadirkan oleh-Nya pada diri kita. Ingat, mengeluh adalah sebuah penentangan, sebuah sikap penolakan dan menghindari kenyataan. Bukankah setiap yang hadir adalah tamu-Nya? Bagaimanakah sikap seharusnya yang ditunjukkan seorang hamba yang baik ketika hadir tamu-tamu istimewa?
Jika kita pernah mengeluh atas kehidupan dan menyadarinya, segeralah beristighfar dan memohon ampun. Semoga Allah memaafkan kesombongan kita karena berani menentang-Nya dengan keluhan. Semoga Allah membantu menguatkan diri kita untuk menjalani kehidupan dengan tegar, penuh keberanian, layaknya seorang kesatria. Sehingga apapun yang hadir, susah atau senang, nikmat atau menyakitkan, semua akan diterima dengan hati yang lapang dan senyuman. Karena diri ini menyadari bahwa semuanya sama, tamu-tamu istimewa yang dihadirkan oleh-Nya.
Ya Allah, Ya Rabb…., usirlah kegundahan dari jiwa kami semua. gantikanlah kepedihan yang kami rasakan ini dengan kesenangan, jadikan kesedihan itu awal kebahagiaan, dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram.
Ya Allah, dinginkan panasnya kalbu hati ini dengan salju keyakinan bahwa TakdirMU adalah yang terbaik bagi kami, serta padamkan bara jiwa dengan rasa keimanan bahwa engkau adalah sang Maha segalaNYA.
Wahai Rabb, tunjukkanlah pandangan yang membingungkan ini kepada cahaya-Mu. Dan tuntunlah merapat ke hidayah-Mu.
Hanya kepada-Mu kami bersandar dan bertawakal. Hanya kepada-Mu kami memohon, dan hanya dari-Mu lah semua pertolongan. Cukuplah Engkau sebagai Pelindung kami, karena Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan Penolong
Salah sahabat AkuCintaAllah.Com


Posting Komentar