Headlines News :
Home » , , » Konsumsi Halal Kuatkan Fondasi Keimanan

Konsumsi Halal Kuatkan Fondasi Keimanan

Written By Admin on Rabu, 08 Mei 2013 | 11.04


 


"Makanan dalam agama ibarat fondasi pada sebuah bangunan, jika fondasi itu kokoh dan kuat maka bangunannya pun akan berdiri tegak dan kokoh. Begitupun sebaliknya, apabila fondasi itu lemah dan rapuh, niscaya bangunannya pun akan ambruk dan runtuh."

Masalah ekonomi selalu menarik perhatian besar dan serius dari individu atau masyarakat. Dan berbagai usaha telah dilakukan orang untuk memecahkan masalah yang sulit tetapi tetap penting. Karena faktanya, setiap manusia membutuhkan sandang,pangan dan papan dalam kehidupan ini. Dan jika tidak terpenuhi, maka apa pun akan dilakukan guna memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dalam hal ini, halal dan haram sudah tidak dipandang penting lagi sehingga menimbulkan banyak permasalahan seperti mencuri, perampokan, penipuan,korupsi dan tidakan-tindakan lainnya yang dapat merugikan banyak orang.

Padahal setiap Muslim diwajibkan memastikan kehalalan apapun yang dikonsumsinya. Bagi umat Islam, mengkonsumsi produk halal adalah bagian dari iman. Dari sudut pandang konsumen, kejelasan informasi suatu produk adalah hak asasi konsumen yang tidak boleh diabaikan.

Dewasa ini, produk halal tidak terbatas pada barang konusmsi seperti makanan saja. Sistem ekonomi Islam mewajibkan semua produk dan transaksinya bebas maisir,  gharar, riba atau disingkat MAGRIB.
Dorongan Al-Qur’an untuk berusaha mencari kekayaan yang melambangkan kemajuan ekonomi tidaklah terbatas.

Berapa banyak manusia mengumpulkan kekayaan, Al-Qur’an membolehkannya. Qur’an memandang harta sebagai kebutuhan primer bagi manusia, baik perorangan maupun kelompok. Bekerja mencari harta demi kemajuan ekonomi sudah menjadi kewajiban setiap insan. Namun, memperhatikan kehalalan memperoleh rizki tidak boleh diabaikan agar hidup menjadi tenang dan tentram.

Sandang, pangan dan papan merupakan kebutuhan primer manusia yang tidak dapat dihindari. Setiap orang melakukan aktivitas atau bekerja sehari-hari tiada lain hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan mengkonsumsi makanan dan minuman, kebutuhan jasmani dapat terpenuhi sehingga tubuh menjadi kuat, sehat dan bertenaga dan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik.

Namun demikian, banyak orang yang mengabaikan pentingnya mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal dan thayyib dari segi zatnya maupun dari sisi mendapatkannya. Padahal dalam urusan makan dan minum Islam menaruh perhatian yang cukup serius. Dan kecukupan kebutuhan pangan merupakan salah satu sebab utama kenyamanan dalam beribadah. Disamping itu, makanan dan minuman yang dikonsumsi akan secara langsung mempengaruhi tubuh baik secara fisik maupun psikis.

Menurut Imam al-Ghazali, makanan dalam agama ibarat fondasi pada sebuah bangunan, jika fondasi itu kokoh dan kuat maka bangunannya pun akan berdiri tegak dan kokoh. Begitupun sebaliknya, apabila fondasi itu lemah dan rapuh, niscaya bangunannya pun akan amruk dan runtuh.

Islam menganjurkan kita agar mengkonsumsi makanan atau minuman harus memperhatikan dari sisi zatnya maupun cara memperolehnya. Dalam hal ini, harus halal dan thayyib. karena semua barang yang halal belum tentu thayyib.
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Privacy Policy | Term Condition | Iklan
Copyright © 2011. Aku Cinta Allah Dot Com - All Rights Reserved
Thanks to Mas Colis | kontak admin|